Sebelum pergi ke luar negeri untuk alasan sekolah atau bekerja, biaya hidup menjadi persiapan yang paling utama. Jangan sampai biaya hidup ini tidak tercukupi dengan baik. Jadi bukan hanya soal dokumen seperti visa saja yang perlu diperhatikan. 

 

Biaya hidup di Jepang untuk TKI sendiri tidak jauh berbeda dengan mahasiswa, keuntungannya adalah Anda mendapatkan gaji per bulan. Berbeda dengan mahasiswa yang mungkin saja bergantung pada beasiswa atau kiriman orang tua. 

 

Sebagai orang Indonesia yang bekerja di Jepang, Anda harus tahu berapa besaran biaya yang wajib ada setiap bulannya. Apalagi tinggal di negara empat musim dengan kebudayaan yang sama sekali berbeda. 

 

Belum tentu kebutuhannya sama dengan di Indonesia yang notabene adalah negara tropis, mulai dari pakaian dan penggunaan listrik pun akan berbeda. Seperti apa perkiraan biayanya dan apakah mahal? 

 

Mahalkah Biaya Hidup di Jepang bagi TKI? 

 

Mahalkah Biaya Hidup di Jepang bagi TKI? 

 

Memiliki pemasukan setiap bulannya karena Anda bekerja, bukan berarti harus dihabiskan dalam sekejap. Anda tentu harus menyimpan untuk kebutuhan mendadak lain bahkan mengirim uang ke keluarga di Indonesia. 

 

Biaya hidup di Jepang untuk TKI tentu saja akan lebih mahal jika dibandingkan di Indonesia. Mengapa? Karena Jepang adalah negara maju, pendapatan lebih tinggi begitu juga dengan biaya hidupnya. 

 

Beruntung jika Anda menjadi TKI  Jepang yang mendapatkan mes atau asrama, tapi jika tidak Anda harus memperhitungkan biaya akomodasi, makan sampai transportasi. Jepang juga menjadi negara yang biaya hidupnya tinggi di Asia nomor tiga tahun 2020. 

 

Masyarakat Jepang sendiri yang sudah berkeluarga membutuhkan 547.493 yen atau setara dengan 72 juta rupiah. Bagi mereka yang masih single membutuhkan 309.245 yen atau sama dengan 41 juta rupiah. 

 

Beberapa faktor yang mempengaruhi mahalnya biaya tersebut adalah pertama adalah soal pakaian. Anda harus membeli pakaian yang sesuai dengan musim, ingat bahwa Jepang memiliki empat musim. 

 

Kedua adala biaya transportasi, meskipun alat transportasi Jepang sudah maju tapi penggunaannya adalah rutin setiap hari. Anda harus mempersiapkan tiket bus atau kereta pulang pergi setiap hari. 

 

Ketiga adalah soal kesehatan di mana biayanya cukup mahal. Sebagai TKI tentu Anda harus memiliki biaya kesehatan, apalagi jika resiko pekerjaan cukup tinggi. mempertimbangkan ketiga hal ini, sudah tidak heran jika biaya hidup di Jepang untuk TKI mahal. 

 

Perkiraan Biaya Hidup di Jepang untuk TKI 

 

Perkiraan Biaya Hidup di Jepang untuk TKI 

 

Setelah mengetahui biaya hidup cukup mahal, selanjutnya Anda harus mengetahui berapa rincian biaya yang harus dikeluarkan setiap bulannya. Melalui rincian biaya ini Anda jadi lebih mudah untuk mengukur berapa pendapatan yang harus didapatkan. 

 

Selain itu juga membagi gaji tersebut ke dalam kebutuhan-kebutuhan tersebut agar tercukupi. Berikut ini rincian biaya hidup di Jepang untuk TKI yang harus diperhatikan. 

  • Biaya Sewa Apartemen

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah sewa tempat tinggal. Di Jepang jenis tempat tinggal yang banyak disewakan adalah apartemen dengan beberapa klasifikasi. Ada apartemen kecil yang biasa dipilih untuk para single. 

 

Ada juga apartemen yang mewah atau cukup besar untuk menampung sejumlah keluarga. Pemilihan apartemen bisa disesuaikan dengan lokasi tempat kerja atau jarak ke stasiun. Hal itu juga yang akan mempengaruhi mahal tidaknya harga sewa. 

 

Baca Juga: Cara Mudah Mendapatkan Lowongan TKI Jepang untuk Lulusan SMA

 

Semakin baru gedung apartemen, maka harga sewanya juga semakin mahal. Jenis kota juga akan menentukan harga dan kebanyakan di kota Tokyo, sewa apartemen paling tinggi harganya.   

 

Soal berapa kisaran biayanya, berikut ini contoh biayanya ketika Anda bekerja di kota Tokyo. 

 

  • Apartemen ukuran kecil sekitar 45 m2 biaya sewanya adalah 145 ribu yen atau setara dengan 19 juta. Lokasinya strategis di pusat kota dan dekat stasiun. 
  • Apartemen ukuran kecil 45 m2 yang lokasinya tidak dekat stasiun bisa diharga 80 ribu yen atau setara dengan 10,5 juta rupiah. 
  • Apartemen ukuran sedang sekitar 85 m2 berharga 290 ribu yen yaitu 38 juta rupiah jika lokasinya strategis. 
  • Apartemen yang ukurannya sama 85 m2 tapi lokasinya tidak strategis bisa berharga 166 ribu yen atau 22 juta rupiah. 

 

Biaya hidup di Jepang untuk TKI sewa apartemen ini adalah harga per bulannya. Jika dihitung per tahun maka minimalnya adalah 240 ribu yen. Jumlah tersebut setara dengan 32 juta rupiah.

 

Sedangkan biaya maksimalnya bisa sampai 720 ribu yen sama dengan 94 juta rupiah. Jumlah tersebut jika menggunakan kurs 1 yen adalah 129,17 rupiah. Tips jika ingin murah adalah menyewa apartemen bersama dengan TKI lainnya jika Anda masih single. 

  • Biaya Listrik, Gas dan Jasa Bersih-Bersih

Harga sewa apartemen di atas baru ruangan saja belum termasuk fasilitas seperti listrik, gas dan jasa bersih-bersih jika dibutuhkan. Biaya gas dan listrik ini sudah jadi kebutuhan wajib yang juga harus dipenuhi per bulan. 

 

Besar kecilnya biaya listrik dan gas disesuaikan dengan ukuran ruangan. Berikut ini rincian biayanya. 

 

  • Apartemen dengan ukuran 85 meter persegi membutuhkan gas dan listrik sebanyak 23 ribu yen yang sama dengan 3 juta rupiah. 
  • Apartemen dengan ukuran 45 meter persegi membutuhkan biaya gas dan listrik 12 ribu yen atau sama dengan 1,5 juta rupiah. 
  • Jika ingin menambahkan biaya bersih-bersih adalah 2.500 yen per jam atau sama dengan 330 ribu rupiah. 

 

Kebutuhan lain yang juga penting adalah internet yang bisa Anda dapatkan dengan membayar 4.300 yen sebesar 568 ribu rupiah. 

  • Biaya untuk Kebutuhan Makan dan Minum

Soal biaya sewa apartemen memang tidak bisa ditawar lagi. Jika kebetulan Anda tinggal di kota Tokyo maka jumlah gaji yang didapatkan harus dua kali lipat dari harga sewa tersebut. Karena Anda harus memenuhi kebutuhan lainnya dan untuk menabung. 

 

Berbeda dengan biaya hidup di Jepang untuk TKI menyewa apartemen, biaya makan dan minum masih bisa diperkecil. Caranya adalah dengan mengurangi jajan dan sering memasang sendiri di rumah. 

 

Lebih untung lagi jika perusahaan tempat Anda bekerja menyediakan kantin khusus karyawan. Maka ketika makan siang Anda bisa makan di tempat kerja, sisanya bisa dilakukan di rumah. 

 

Gambaran biaya makan di Jepang yang bisa Anda kenali sebelumnya adalah sebagai berikut:

 

  • Makan siang dan minum 965 yen atau 127 ribu rupiah
  • Burger 690 yen atau 91 ribu rupiah. 
  • Ayam goreng ½ kg 429 yen atau 57 ribu rupiah. 
  • Telur 12 butir 205 yen atau 27 ribu rupiah. 
  • Kentang 1 kg 405 yen atau 53 ribu rupiah. 
  • Roti untuk dua orang seharian 241 yen atau 32 ribu rupiah. 
  • Susu 1 liter 205 yen atau 27 ribu rupiah. 
  • Tomat 1 kg 693 yen atau 90 ribu rupiah. 
  • Keju 922 yen atau 53 ribu rupiah. 
  • Coca cola 2 liter 190 yen atau 181 ribu rupiah. 

 

Inilah kisaran biaya makanan yang dijual di Jepang, untuk bahan makanan lainnya kurang lebih sama. Baik itu sayur dan juga daging yang belum diolah. Jika dikira-kira maka kebutuhan makanan per bulannya untuk satu orang sekitar 6.000 yen hingga 35.000 yen. 

 

Jumlah kebutuhan bulanan untuk makanan sama dengan 780 ribu hingga 4.5 juta rupiah. Biaya kebutuhan minimal per tahunnya 72 ribu yen atau sama dengan 9,5 juta rupiah. Biaya maksimalnya adalah 200 ribu yen atau 25 juta rupiah.  

  • Biaya Transportasi

Dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi, masyarakat Jepang lebih suka menggunakan alat transportasi umum. Pemerintah Jepang pun memajukan fasilitas alat transportasi umum yang lengkap dan berkualitas baik. 

 

Disamping itu juga, alasan mengapa alat transportasi lebih banyak dipilih karena keterbatasan lahan parkir. Sebuah apartemen belum tentu memiliki area parkir yang memadai jika semua warganya memiliki mobil pribadi. 

 

Oleh karena itulah biaya untuk transportasi ini bisa diperhitungkan sejak awal. Selama satu bulan warga Jepang bisa mengeluarkan uang 10.300 yen hanya untuk transportasi. Biaya tersebut setara dengan 1.4 juta rupiah. 

 

Jika Anda masih ingin menggunakan kendaraan pribadi, maka harus tahu harga bensin. Harganya adalah 134 yen atau sama dengan 18 ribu rupiah. Harga yang dua kali lipat lebih mahal dari Indonesia. 

  • Biaya Kesehatan serta Perawatan Diri 

Selama tinggal di Jepang, Anda juga wajib memperhatikan soal kesehatan dan perawatan diri. Soal kesehatan biasanya TKI diwajibkan mengikuti asuransi sehingga Anda bisa lebih aman jika mengalami sakit atau kecelakaan kerja. 

 

Biaya asuransi ini biasanya langsung ditanggung oleh perusahaan, jadi Anda tidak perlu memikirkannya kembali. Namun untuk biaya perawatan diri tentu saja berbeda. Ada banyak peralatan yang perlu dibeli sebagai berikut:

 

  • Shampoo 400 ml 617 yen atau 81 ribu rupiah. 
  • Pasta gigi 258 yen atau 34 ribu rupiah. 
  • Tampon 32 buah 803 en atau 105 ribu rupiah. 
  • Potong rambut 3.479 yen atau 460 ribu rupiah. 

 

Biaya tambahan yang termasuk dengan perawatan diri, bensin, atau lainnya bisa mencapai 30 ribu yen per bulannya atau sama dengan 3,8 juta rupiah. Biaya tambahan ini harus selalu ada dan digunakan jika sewaktu-waktu dibutuhkan. 

 

Berapa Gaji TKI Jepang? 

Gaji TKI Jepang

 

Supaya bisa mencukupi semua biaya hidup di Jepang untuk TKI tersebut, Anda terlebih dahulu perlu mengetahui berapa besaran gaji yang akan didapatkan. Gaji bulanan ini berbeda-beda sesuai dengan kota tempat Anda bekerja. 

 

Berikut ini besaran gaji per jamnya yang akan didapatkan.

  1. Tokyo, gaji sekitar 1.013 yen atau sama dengan 134 ribu rupiah. 
  2. Kanagawa, gaji sekitar 1.011 yen atau 133,7 ribu rupiah. 
  3. Kyoto, gaji sekitar 909 yen atau 120 ribu rupiah. 
  4. Osaka, gaji sekitar 964 yen atau 127 ribu rupiah. 
  5. Hyogo, gaji sekitar 899 yen atau 119 ribu rupiah. 

 

Apabila dihitung dari gaji yang didapatkan jika Anda bekerja di Tokyo per harinya 8 jam. Maka perhitungannya 1.013 yen yang merupakan 134 ribu dikali 8 jam adalah 1.072.000 rupiah. 

 

Per bulannya Anda bisa mendapatkan 1.072.000 X 26 hari yaitu 27.872.000 rupiah. Apabila dikurangi dengan biaya sewa apartemen, makan, listrik, gas yang minimum maka masih bisa menyimpan sekitar 6 sampai 7 juta rupiah. 

 

Dilihat dari perkiraan biaya hidup dan pendapatannya ini, tidak heran jika banyak masyarakat Indonesia yang ingin bekerja di Jepang dan Jika Anda ingin mendaftar TKI di Jepang bisa menghubungi Kami di Westwork.id.