3 Info Lowongan Kerja di Jepang, Gaji dan Cara Daftarnya

Globalisasi tidak dapat dipungkiri sudah mewabah di seluruh penjuru dunia. Keterbatasan komunikasi dan transportasi bukan lagi masalah yang dihadapi di abad 21 ini.

Salah satu fenomena yang terjadi karena globalisasi ini adalah banyaknya pengiriman tenaga kerja dari suatu negara ke negara lain. 

Kebanyakan pengiriman tenaga kerja berasal dari negara berkembang ke negara maju. Memang pada umumnya negara maju kesulitan dalam memenuhi kuota pekerja pada sektor-sektor tertentu dan penduduk negara berkembang ingin bekerja di negara maju untuk memperbaiki nasib.

Indonesia adalah salah satu negara yang menyumbang tenaga kerja imigran yang cukup banyak. Banyak  negara menjadi destinasi favorit penduduk Indonesia untuk mencari nafkah. Salah satunya adalah negara Jepang.

Informasi Lowongan Kerja di Jepang 

Lowongan Kerja di Jepang 

Ada beberapa jalur yang dibuka pemerintah Jepang dalam usaha merekrut TKI Jepang dari tenaga kerja dari Indonesia beberapa di antaranya yaitu jalur magang, jalur G to G (Government to Government) dan jalur TG (Tokutei Ginou).

  • Magang di Jepang

Magang menjadi salah satu jalan untuk bisa kerja di Jepang. Sebenarnya program ini lebih ke arah pembelajaran di mana pesertanya akan menjadi siswa atau disebut kenshusei di sebuah perusahaan sambil bekerja. 

Peserta magang di Jepang akan ditempatkan di daerah pedesaan yang membutuhkan tenaga tambahan. Jenis pekerjaan yang tersedia ada di sektor industri pabrik, pertanian atau manufaktur produk.

Karena bukan menjadi pegawai, kenshusei tidak menerima gaji melainkan mendapat tunjangan uang saku tiap bulan. Jumlah yang didapatkan pun tidak kalah besar dengan gaji pada umumnya.

Uang saku atau disebut “teate” berbeda di tiap regionalnya tapi pada umumnya bisa bernilai 100.000 yen atau 13 juta rupiah setelah dipotong biaya administrasi. 

Kekurangan dari jalur magang, peserta yang sudah lulus tidak boleh melanjutkan bekerja di Jepang dan wajib kembali ke Indonesia. Akan tetapi banyak lulusan magang yang direkrut perusahaan Jepang setelah sampai di Indonesia.

Jika ingin kembali kerja di Jepang, bisa mengurus visa tenaga kerja dan masuk jalur Tokutei Ginou.

Beberapa syarat harus dipenuhi untuk menjadi kenshusei. Berikut ini kualifikasi untuk lolos dari seleksi program magang ke Jepang. 

  • Telah menempuh pendidikan jenjang SMA. Lulusan D3 atau S1 lebih baik lagi.
  • Berada pada usia yang telah ditentukan, tergantung dari jalur yang ditempuh. Jalur mandiri merekrut usia 19-26 tahun sementara jalur swasta 18-30 tahun.
  • Calon peserta pria minimal mempunyai tinggi 160 cm dan untuk perempuan tingginya minimal 150 cm. Berat badan juga harus ideal yaitu memiliki IBM 18,5-25.
  • Tidak boleh penyakit mata termasuk yang harus menggunakan kacamata karena mata minus.
  • Tidak bertindik di bagian tubuh mana pun, tidak bertato dan tidak menderita penyakit kulit.
  • Tidak pernah memiliki masalah serius pada tubuh seperti bekas operasi, pernah patah tulang, atau komplikasi organ tubuh lainnya.

Jika merasa memenuhi kualifikasi, calon peserta kemudian menyiapkan syarat administrasi untuk mendaftarkan diri ke program magang. Berikut ini yang perlu disiapkan.  

Terdapat dua pilihan cabang untuk mendaftar magang di Jepang, yaitu jalur negeri dan jalur swasta. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut ini definisi lebih detail dari kedua jalur.

  • Magang jalur negeri 

Program yang telah berdiri semenjak tahun 1993 ini adalah hasil kerja sama antar Departemen Tenaga Kerja Indonesia (Depnaker) dengan International Manpower Development Organization Japan (IM Japan). Program ini dibuka sekali setiap tahunnya.

Sebelum diberangkatkan, pendaftar akan melewati berbagai tahapan seleksi dan pelatihan. Tahap-tahap tersebut yaitu tes Matematika, tes Bahasa Inggris, tes Bahasa Jepang, tes medical, tes fisik dan tes pesemaptaan (mengukur tinggi dan berat badan).

Setelah lolos seleksi-seleksi yang disebutkan di atas, calon peserta magang akan menjalani pelatihan I dan pelatihan II selama kurang lebih 4 bulan. 

Biaya pendaftaran di jalur negeri lebih ringan karena mendapat subsidi dari pemerintah. Tapi karena itu juga lah pendaftarnya banyak dan seleksinya tentu lebih ketat. Proses dari pendaftaran sampai keberangkatannya juga lebih panjang dari jalur swasta. 

Kelebihan lainnya, setelah lulus magang, peserta akan mendapatkan dana tambahan dari pencairan uang asuransi sebesar ±25 juta rupiah. Dari jalur negeri lulusan juga menerima dana modal usaha dari pemerintah sebesar ±70 juta rupiah.

  • Magang jalur Swasta

Cara mendaftar jalur swasta adalah lewat Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Tips memilih LPK, carilah yang sudah terpercaya dan memiliki izin Sending Organization (SO).

Nantinya LPK bekerja sama dengan Accepted Organization (AO) di Jepang untuk mengirimkan tenaga kerja magang. 

Tahap seleksi dan pelatihan pada umumnya sama dengan jalur negeri.  Perbedaannya proses jalur swasta lebih cepat dan tidak serumit jalur negeri. Pelatihan jalur swasta juga lebih singkat yaitu hanya selama 2 hingga 3 bulan. 

Kekurangan jalur swasta yaitu tidak ada bantuan dana untuk biaya pendaftaran dan pelatihan oleh pemerintah. Artinya peserta harus menyediakan dana mandiri.

Lulusan swasta tidak menerima modal usaha seperti di jalur negeri tetapi bisa mencairkan asuransi kerja dengan jumlah yang sama yaitu sekitar 25 juta rupiah.

  • Jalur G to G

Jalur ini fokus di pekerjaan bidang kesehatan. Untuk mendaftar, bisa membuka situs resmi BP2MI. Ada dua kategori pekerjaan untuk orang Indonesia yaitu perawat rumah sakit (kangoshi) dan perawat lansia (kaigofukushi).

Untuk biaya berkas administrasi dan tes seperti membuat paspor, visa, tes akademik dan tes kesehatan ditanggung oleh peserta sendiri. Total biaya yang dikeluarkan sekitar 1,5 juta rupiah.

  • Perawat rumah sakit/kangoshi 

Syarat-syarat pendaftaran untuk menjadi kangoshi adalah sebagai berikut.

  • Peserta maksimal berusia 35 tahun,
  • Pendidikan D3, D4 atau S1 di jurusan keperawatan,
  • Melampirkan ijazah terakhir dan transkrip nilai dengan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris,
  • Melampirkan surat tanda registrasi (STR) dari MTKI Kemenkes,
  • Melampirkan surat keterangan pengalaman kerja sebagai tenaga perawat sekurang-kurangnya 2 tahun bekerja secara kumulatif.

Gaji bekerja di Jepang sebagai trainee kangoshi sebesar 100-110 ribu yen per bulan atau 13-14,5 juta rupiah. Setelah melewati masa pelatihan gaji bersih yang didapatkan bisa sebesar 300-320 ribu yen atau setara dengan 39-41,5 juta rupiah. 

  • Perawat lansia/kaigofukushi

Untuk kaigofukushi, persyaratan khusus yang perlu disiapkan adalah sebagai berikut.

  • Maksimal berusia 35 tahun,
  • Menempuh pendidikan jurusan keperawatan di tingkat D3, D4 atau S1,
  • Melampirkan ijazah dan transkrip nilai dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris,
  • Melampirkan surat pernyataan bermaterai yang menyatakan bersedia menjadi tenaga kerja Kaigofukushi.

Selama pelatihan, kaigofukushi akan mendapatkan gaji bekerja di jepang bersih sebesar 130-140 ribu yen atau 16,5-18 juta per bulan. Setelah menyelesaikan pelatihan, estimasi gaji bersih kaigofukushi sebesar 200-210 ribu yen atau 26-27 juta rupiah per bulannya.

  • Jalur Tokutei Ginou (TG)

Tokutei Ginou adalah jalur yang mengirimkan pekerja dengan kemampuan spesifik atau Specific Skilled Workers (SSW). Program ini diselenggarakan oleh depnaker Indonesia dan memiliki lowongan kerja di Jepang sebanyak 345 ribu lebih posisi.

Di jepang sendiri ada 14 sektor yang kekurangan tenaga kerja. Sektor-sektor ini diisi oleh SSW dari Indonesia, sektor tersebut adalah:

  • Keperawatan,
  • Pembersihan gedung,
  • Material casting,
  • Manufaktur mesin industri,
  • Industri informasi, listrik dan elektronik,
  • Konstruksi,
  • Pembuatan kapal,
  • Perawatan mobil,
  • Aviasi,
  • Bisnis akomodasi,
  • Pertanian,
  • Perikanan,
  • Pengolahan makanan dan minuman,
  • Jasa makanan.

Untuk bisa kerja di Jepang lewat jalur Tokutei Ginou, bisa mendaftar ke depnaker Indonesia atau lewat LPK yang menyediakan jasa pengiriman tenaga kerja ke Jepang. 

Ada dua jenis TG yaitu TG1 dan TG2. Bedanya, TG1 hanya mendapat izin bekerja selama 5 tahun saja tapi dapat diperpanjang sesuai perjanjian dengan perusahaan, sedangkan TG2 tidak ada batasan waktu untuk bekerja. TG2 boleh berdomisili di Jepang selama dia masih bekerja.

Perkiraan gaji TG tergantung dari regional tempat bekerja dan jenis pekerjaannya. Untuk gambarannya, pekerja bisa mendapat gaji kerja di Jepang sebanyak 13-26 juta rupiah per bulan.

Kriteria untuk bisa menjadi TG adalah sebagai berikut.

  • Telat tamat SMA
  • Berusia 18-35 tahun
  • Mahir berbahasa Jepang hingga tingkat N4
  • Memiliki paspor dan visa Jepang untuk tenaga kerja
  • Membuat kartu pencari kerja (AK1)
  • Lulus tes medical

Cara Daftar untuk Kerja di Jepang

Cara Daftar untuk Kerja di Jepang

Nah itu dia tiga jalur lowongan untuk bisa kerja di Jepang. Pilihlah yang sesuai dengan kriteria yang kamu miliki

Dan jika kamu ada kesulitan dalam memenuhi syarat yang diperlukan, kamu bisa mendaftar ke Westwork tempat konsultasi untuk bekerja ke luar negeri terbaik di Indonesia dengan menghubungi Kami di halaman kontak.