Sistem pendidikan yang berkualitas dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia. Tidak mengherankan jika seseorang sampai belajar hingga S2 ke luar negeri untuk meningkatkan kualitas dirinya.

Salah satu negara yang semakin populer menjadi tujuan bagi para siswa untuk mencari gelar Magister adalah Jerman. Jerman dikenal sebagai pemimpin dunia dalam bidang sains, teknologi,dan juga penelitian dengan lebih dari 300 lembaga pendidikan di Jerman.

Universitas di Jerman terkenal karena menawarkan program Master dan Sarjana terbaik dengan biaya yang relatif lebih murah daripada universitas lain di Amerika Serikat, Inggris, dan Australia.

Jika kamu sedang mencari program S2 di Jerman, kamu bisa memilih gelar Master of Arts, Master of Science, ataupun gelar Master lainnya. Gelar Master merupakan tingkat kedua yang dapat diperoleh di universitas Jerman, setelah gelar Sarjana.

4 Hal Yang Perlu Kamu Persiapkan untuk Kuliah S2 di Jerman

4 Hal Yang Perlu Kamu Persiapkan untuk Kuliah S2 di Jerman

Hal ini memungkinkan siswa untuk memperoleh pengetahuan mendalam tentang suatu subjek dalam program studi lanjutan yang berlangsung antara dua dan empat semester. Nah, beberapa hal yang pelu dipersiapkan untuk kuliah S2 di Jerman bisa kamu simak berikut ini.

1. Hochschulzugangsberechtigung (HZB)

Hochschulzugangsberechtigung (HZB) atau “kualifikasi penerimaan universitas” diperlukan untuk mengambil S2 di Jerman. Ini adalah ijazah S1 yang akan memmenuhi persyaratan untuk S2 di Jerman.

2. Visa Jerman

Jika kamu ingin kuliah S2 di Jerman tentu kamu harus memiliki visa Jerman. Visa nasional diperlukan jika Anda berencana untuk tinggal lebih dari tiga bulan. Untuk pembuatan visa Jerman ini, kamu bisa menghubungi kedutaan Jerman yang ada di Indonesia.

3. Kemampuan Bahasa Jerman

Jika kamu mengambil program studi yang berbahasa Jerman, maka kamu perlu memiliki sertifikat bahasa Jerman dan bisa Kamu dapatkan dengan bantuan tempat kursus bahasa Jerman.

Program dalam bahasa Jerman akan membutuhkan sertifikat tes bahasa Jerman Anda sebagai bagian dari aplikasi Anda.

Tes tersebut adalah TestDaf (Uji untuk Deutsch als Fremdsprache) dan DSH (Deutsche Sprachprüfung untuk Hochschulzugang ausländischer Studienbewerber).

Namun, jika program studi S2 di Jerman yang kamu ambil merupakan program internasional, maka kamu tidak memerlukan sertifikat bahasa Jerman.

Nah, bagi kamu yang mengambil program internasional namun kamu bukan penutur bahasa Inggris asli, maka kamu perlu memiliki sertifikat TOEFL atau IELTS.

4. Bukti sumber keuangan atau bantuan keuangan

Secara finansial, belajar di Jerman bukan hanya sekedar biaya kuliah saja, karena mahasiswa internasional juga harus membayar akomodasi, makanan, biaya hidup tambahan dan, tentu saja, untuk bahan belajar.

Siswa internasional yang ingin kuliah S2 di Jerman harus memiliki bukti sumber keuangan yang menunjukkan bahwa mereka bisa membiayai kuliah mereka di Jerman.

Nah, bukti sumber keuangan ini bisa berasal dari keuangan pribadi ataupun bisa juga dengan bantuan keuangan atau beasiswa.

Sekianlah pembahasan tentang 4 hal yang persiapan dipersiapakan saat hendak kuliah S2 di Jerman dan semoga saja artikel ini dapat bermanfaat.